Dimensi Empati dalam Filosofi Tepa Selira dan Implikasinya bagi Konseling Multibudaya
DOI:
https://doi.org/10.37304/pandohop.v6i2.25311Kata Kunci:
tepa selira, empati, konseling multibudaya, kearifan lokal, systematic literature reviewAbstrak
Indonesia sebagai negara multikultural memerlukan layanan bimbingan dan konseling yang responsif terhadap keragaman budaya serta nilai-nilai kearifan lokal. Salah satu nilai budaya yang relevan adalah filosofi tepa selira, yaitu sikap menempatkan diri pada posisi orang lain, menghargai perbedaan, serta menjaga keharmonisan relasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dimensi empati dalam filosofi tepa selira dan implikasinya bagi praktik konseling multibudaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR) dengan menelaah artikel ilmiah yang diperoleh melalui database SINTA, Google Scholar, dan Garuda. Kata kunci yang digunakan meliputi “tepa selira”, “empati”, “konseling multibudaya”, dan “kearifan lokal”. Sebanyak 11 artikel ilmiah terbitan tahun 2021–2026 dianalisis berdasarkan kriteria inklusi, yaitu relevansi topik, ketersediaan teks lengkap, dan keterkaitan dengan konteks bimbingan dan konseling. Hasil kajian menunjukkan bahwa filosofi tepa selira memuat tiga dimensi empati, yaitu empati kognitif, empati afektif, dan empati perilaku. Ketiga dimensi tersebut tercermin dalam nilai rukun, gotong royong, sabar, eling, dan adil yang mendukung terbentuknya hubungan konseling yang empatik, inklusif, serta menghargai latar belakang budaya konseli. Implikasi kajian ini menunjukkan bahwa integrasi tepa selira dalam konseling multibudaya dapat memperkuat kompetensi empatik konselor, meningkatkan toleransi, membantu regulasi emosi konseli, membentuk karakter sosial, serta mencegah perilaku negatif seperti bullying. Dengan demikian, filosofi tepa selira dapat dijadikan sebagai landasan konseptual dalam pengembangan layanan konseling multibudaya berbasis kearifan lokal di Indonesia.
Unduhan
Referensi
Al Haqq, N. R., Salam, A., Rochman, K. L., & Fitria, N. (2025). Javanese philosophy-based Islamic religious education: Synergy of tepa selira and cablaka values in developing students’ mental health. Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya, 10(1), 342–354. https://doi.org/10.25217/jf.v10i1.6230
Arief, S. F., & Sugiarti, Y. (2022). Literature review: Analisis metode perancangan sistem informasi akademik berbasis web. Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer, 8(2), 87–93. https://doi.org/10.35329/jiik.v8i2.229
Ayuningtyas, P., & Setyaputri, N. Y. (2022). SIDA ASIH: Media penguat tepa selira melalui nilai luhur Panji Inu Kertapati. Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran), 5, 666–673. https://doi.org/10.29407/bcr1hq60
Ceres, N., Narsih, D. N. A., Lasatama, H. L. H., Aningtyas, Y. R., & Setyaputri, N. Y. (2026). Konseling multibudaya berbasis kearifan lokal untuk mencegah bullying. Prosiding Konseling Kearifan Nusantara (KKN), 5, 611–617. https://doi.org/10.29407/m9fqxb46
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Harsantik, G. S., & Khusumadewi, A. (2026). Integrasi nilai budaya Jawa dalam strategi konseling multibudaya untuk mengembangkan sikap peserta didik. Jurnal Bimbingan dan Konseling Pandohop, 6(1), 24–32. https://doi.org/10.37304/pandohop.v6i1.21143
Jarnawi, J., Fairus, C., Sulaeman, A. R., Fakhri, F., & Ibrahim, N. (2026). Integration of multicultural counseling theories, community assets, and intercultural communication in empowering coastal children. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 10(1), 378–390.
Juwanto, J., Syaputra, A., Putri, D. F., Amalia, B. N., Ramadhania, S. B. A., Elisa, W. N., Mutmainnah, M., & Amedome, S. N. (2025). Effectiveness of a multicultural counseling approach with local cultural integration in addressing psychosocial problems of children facing mental health stigma. Pedagonal: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 9(2), 201–208. https://doi.org/10.55215/pedagonal.v9i2.52
Kitchenham, B., & Charters, S. (2007). Guidelines for performing systematic literature reviews in software engineering (EBSE Technical Report No. EBSE-2007-01). Keele University and Durham University.
Kurniawati, A. Y., & Rusdiana, F. K. (2025). Model Konseling TERUS: Intergrasi nilai tepo seliro dan rukun agawe santosa dalam menghadapi keberagaman sosial-keagamaan. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 15(1), 21–30. https://doi.org/10.29080/jbki.2025.15.1.21-30
Mukaromah, S. T., Wibowo, A., & Pranoto, H. (2023). Internalisasi nilai-nilai budaya Jawa dalam pelaksanaan konseling individu oleh guru bimbingan dan konseling. Counseling Milenial (CM), 5(1), 25–37. https://doi.org/10.24127/konselor.v5i1.5161
Nafilasari, H. I., Indreswari, H., & Muslihati, M. (2023). Integrasi nilai budaya Jawa tepa salira dalam bimbingan kelompok teknik sosiodrama untuk mengembangkan empati peserta didik. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(1), 444–452. https://doi.org/10.31316/gcouns.v8i01.5457
Nursyamsiyah, I., Miharja, S., & Asro, M. (2025). Membangun kepekaan budaya: Tantangan dan peluang dalam konseling multikultural. Jurnal Kommunity Online, 6(1), 40–54. https://doi.org/10.15408/jko.v6i1.43414
Rachmawati, A., Ningsih, F., Naqiyah, N., & Khusumadewi, A. (2025). Mengatasi tantangan budaya dalam konseling kelompok. Jurnal Konseling Indonesia, 11(1), 23–30. https://doi.org/10.21067/jki.v11i1.12003
Ridwan, M., Suhar, A. M., Ulum, B., & Muhammad, F. (2021). Pentingnya penerapan literature review pada penelitian ilmiah. Jurnal Masohi, 2(1), 42–51. https://doi.org/10.36339/jmas.v2i1.427
Sari, D. P. (2026). Landasan sosiokultural dan multikultural dalam konseling di Indonesia: Tantangan dikolonisasi pengetahuan dan kearifan lokal sebagai landasan bimbingan dan konseling. Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran, 6(1), 39–47. https://doi.org/10.51574/jrip.v6i1.4357
Widiyanti, E. (2024). Tepa selira sebagai solusi untuk bullying pendidikan. Jurnal Sains Sosio Humaniora, 8(2), 83–87. https://doi.org/10.22437/jssh.v8i2.39273
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Haniah Hamidah, Ahmad Alvin Rizky Adi Putra, Octavia Dwi Hani Suprayogi, Alfan Abiansyah Ichwan, Hanadhiyaa Putri Hapsari, Najlatun Naqiyah, Dita Kurnia Sari

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




