Museum Siwalima sebagai Ruang Wisata Edukasi dan Rekonsiliasi Sejarah: Perspektif Masyarakat Maluku Pasca Konflik 1999

Penulis

  • Walati Kaisan Universitas Banda Naira
  • Rahma Temarwut Universitas Banda Naira
  • Najirah Amsi Universitas Banda Naira

DOI:

https://doi.org/10.37304/parislangkis.v6i2.24289

Kata Kunci:

Museum Siwalima; Masyarakat Maluku; Wisata Edukatif; Rekonsiliasi Budaya dan Identitas Lokal

Abstrak

Artikel ini mengkaji peran Museum Siwalima sebagai sarana wisata edukasi sejarah sekaligus ruang rekonsiliasi sosial pasca konflik Maluku 1999. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan media edukatif yang mampu membangun memori kolektif, kesadaran sejarah, dan perdamaian berkelanjutan di masyarakat pasca konflik. Penelitian bertujuan untuk menganalisis perspektif masyarakat Maluku terhadap fungsi edukatif dan rekonsiliatif Museum Siwalima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap masyarakat, pengelola museum, dan pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Siwalima dipersepsikan tidak hanya sebagai ruang penyimpanan artefak sejarah, tetapi juga sebagai media pembelajaran sejarah, penguatan identitas budaya, dan simbol rekonsiliasi sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemaknaan museum sebagai ruang edukasi sejarah berbasis rekonsiliasi pasca konflik. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan kebijakan pengelolaan museum dan pendidikan sejarah yang lebih inklusif dan kontekstual di wilayah pasca konflik.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
##doi.editor.displayName##: 10.37304/parislangkis.v6i2.24289 DOI URL: https://doi.org/10.37304/parislangkis.v6i2.24289
Lihat: 115 | ##article.downloads##: 54

Referensi

Akbar, N. C. (2023). Pentingnya Pendidikan Sejarah Guna Memperkuat Identitas Nasional Bangsa Indonesia. 3(3), 148–158.

Asmara, D. (2019). PERAN MUSEUM DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH. 2, 10–20. https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=1039490&val=12893&title=Peran Museum dalam Pembelajaran Sejarah

Brata, K. C., Brata, A. H., Pramana, Y. A., Ilmu, F., & Universitas, K. (2018). PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE AUGMENTED REALITY UNTUK. 347–352. https://doi.org/10.25126/jtiik.201853798

Falaq, M., Sjukriana, J., Tedry, D., & Pariama, L. (2024). Pengaruh Promosi dan Lokasi terhadap Keputusan Berkunjung di Museum Siwalima Ambon. 5(2). https://doi.org/https://doi.org/10.21632/garuda.5.2.107-122

Malisngorar, J. (2012). Pela gandong Sebagai Sarana Penyelesaian Konflik. 2, 66–79.

Mandaka, M., Ningrum, M., Nuzuluddin, T. R., Arsitektur, P. S., Teknik, F., & Pandanaran, U. (2023). SPATIAL PATTERN OF MUSEUM VISITORS ’ CIRCULATION SPATIAL PATTERN OF MUSEUM VISITORS ’ CIRCULATION. 13(2), 178–187. https://doi.org/https://ojs.unsiq.ac.id/index.php/jiars/article/view/5816

Matitaputy, J. (2007). Kepala Musaeum Negeri Siwa Lima Ambon. https://ejournal.unib.ac.id/japri/issue/view/1828

Purwokerto, S. Z. (2022). SUARGA : Studi Keberagamaan dan Keberagaman. 1(2), 31–47. https://doi.org/http://ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/suarga SUARGA:

Rahman, A. (2020). Cagar Budaya dan Memori Kolektif : Membangun Kesadaran Sejarah Masyarakat Lokal Berbasis Peninggalan Cagar Budaya di Aceh Bagian Timur ( Cultural Heritage and Collective Memory : Building Historical Awareness of Local Communities Based on Cultural Heritage in Eastern Aceh ). 20(1), 12–25. https://doi.org/10.20473/mozaik.v20i1.7513

Saimima, M. S. (2023). Pendidikan Perdamaian : Integrasi Nilai Islam dan Budaya Lokal dalam Membangun Harmoni di Maluku. 111–128. https://doi.org/10.30868/ei.v11i03.3885

Sukmi, S. N., Fretes, C. H. J. De, Kudubun, E. E., Seba, O. C., Soukotta, F. K., Sukmi, S. N., Fretes, C. H. J. De, & Kudubun, E. E. (2023). Restorasi Identitas Masyarakat Maluku melalui Pendekatan Berbasis Kearifan Lokal Pages 25-40 Maluku Community Identity Restoration through Local Wistom-based Approach. 5(1), 25–40. https://doi.org/https://doi.org/10.52483/ijsed.v5i1.97

Tidore, B. (2022). Resolusi Konflik Berbasis Teologi Baku Bae Ambon (1999-2002). 212–235. https://doi.org/https://doi.org/10.53396/v3i2.111

Wakano, A. (2019). Nilai-nilai Pendidikan Multikultural dalam Kearifan Lokal Masyarakat Maluku. 4(2), 26–43.

Unduhan

Diterbitkan

27-01-2026

Cara Mengutip

Kaisan, W., Rahma Temarwut, & Najirah Amsi. (2026). Museum Siwalima sebagai Ruang Wisata Edukasi dan Rekonsiliasi Sejarah: Perspektif Masyarakat Maluku Pasca Konflik 1999. Jurnal Paris Langkis, 6(2), 217–228. https://doi.org/10.37304/parislangkis.v6i2.24289

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.