Pendidikan Agama Islam Sebagai Dasar Pembentukan Sosial dan Budaya pada Masyarakat Majemuk: Menggunakan Pendekatan Teori Sosial Kritis
DOI:
https://doi.org/10.37304/parislangkis.v6i2.24534Kata Kunci:
Pendidikan Agama Islam; Masyarakat Majemuk; Pembentukan Karakter Sosial; Budaya Islam; Sosial KritisAbstrak
Penelitian ini mengkaji research gap Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia yang dominan berorientasi hafalan dogmatis tanpa internalisasi sosial-budaya di masyarakat majemuk, dengan tujuan eksplisit menganalisis fenomena tersebut melalui teori sosial kritis Habermas-Freire serta merumuskan model PAI transformatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan desain studi kasus deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk memahami secara mendalam makna, nilai, dan proses yang terjadi dalam konteks sosial pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan PAI efektif membentuk identitas spiritual vertikal namun lemah sebagai agen dialog horizontal dan emansipasi budaya, mereproduksi struktur ideologis dogmatik yang menghambat toleransi pluralisme. Novelty terletak pada sintesis teori kritis dengan realitas PAI Indonesia yang menghasilkan model kurikulum dialogis berbasis refleksi Freire, berbeda dari studi deskriptif konvensional. Implikasi praktis mencakup reformasi RPP PAI dengan matriks hafalan-dialog-emansipasi, pelatihan guru teori kritis, dan ekstrakurikuler multikultural untuk transformasi budaya majemuk.
Unduhan
Referensi
Adil, A. (2023). The Analysis Of Effectiveness Of Habit Forming Method Implementation To Improve Discipline In Students Learning Activities Authors. Jurnal Manajement Pendidikan, 5(1).
Agus. (2019). Karakteristik teori sosial kritis: Antara refleksi dan transformasi. Jurnal Sosiologi Kritis, 5(2), 45-67.
Akhmadi Agus. (2019). Moderasi Beragama Dalam Keragaman Indonesia, Jurnal Diklat Keagamaan, 13, (2).
Albana Hasan. (2023). Implementasi Pendidikan Moderasi Beragama, Jurnal Smart, 9, (1).
Basuki, D. D. (2024). Pendekatan Integratif Pendidikan Tauhid dan Nilai-nilai Moderasi Beragama dalam Pembentukan Akhlak Terpuji. In Jurnal Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman (Vol. 14, Issue 3, pp. 401–418). Institut Agama Islam Tribakti Kediri. https://doi.org/10.33367/ji.v14i3.6187
Badan Pusat Statistik (BPS). (2025). Survei nasional kesiapan dialog antaragama lulusan SMP 2025. Jakarta: BPS RI.
Dewi, N. R. S., & Fazal, K. (2024). Comparative Analysis of Religious Moderation and Inclusivity in SMAN 2 and MAN Tanjungpinang. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI), 5(2), 311–323. https://doi.org/10.22373/jsai.v5i2.4536
Dwi Widayanti. (2022). Implementasi Nilai- Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran PAI di SDN 1 Pule Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2022/2023. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said, 4(6), 11780–11798.
Firmansyah, M. I. (2019). Pendidikan Agama Islam Pengertian Tujuan Dasar Dan Fungsi. Jurnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim, 17(2), 79–90.
Fuad, A. F. N., & Nurjanah, N. (2022). PELATIHAN PENGARUSUTAMAAN MODERASI BERAGAMA BAGI GENERASI MILENIAL DKI JAKARTA. In Al-Khidmat (Vol. 5, Issue 1, pp. 25–31). Sunan Gunung Djati State Islamic University of Bandung. https://doi.org/10.15575/jak.v5i1.17345
Haru, E. (2023). Mengenal Teori Kognitif Sosial Albert Bandura dan Implikasinya dalam Dunia Pendidikan. Alternatif.
Kartika, R., & Astutik, S. (2024). Pergeseran makna PAI: Dari hafalan menuju internalisasi sosial. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 20(1), 15-32.
Kartini, E. (2024). Peran Pendidikan Islam dalam Membentuk Karakter Religius dan Kedisiplinan Siswa di MA Mazro’atul Ulum Wedarijaksa Pati. Repository Unissula.
Kemdikbudristek. (2025). Analisis kurikulum PAI sekolah menengah tahun ajaran 2024/2025. Jakarta: Direktorat Pendidikan Agama dan Keagamaan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Kurikulum multikulturalisasi PAI: Implementasi dan evaluasi nasional. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2024). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2024 tentang Standar Kompetensi PAI. Jakarta: Kemdikbud RI.
Kolai, Kolenius, Zainuddin. (2014). Peningkatan Aktivitas Belajar Peserta Didik Melalui Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran IPA Kelas IV. Jurnal Pendidikan, 15, (2), 101-110.
Maesak, C., Kurahman, O. T., & Rusmana, D. (2025). Peran Pendidikan Islam Dalam Mengatasi Krisis Moral Generasi Z Di Era Globalisasi Digital. Reflection : Islamic Education Journal, 2(1), 7.
Savtari Akbal, Wanti, Eki Adedo. (2024). Perkembangan Media Digital dan Pemanfaatannya Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Jurnal Pendidikan Guru Literasi Kita Indonesia, 5, (3).
Sembiring, T. B., Irmawati, Sabir, M., & Tjahyadi, I. (2024). Buku Ajar Metodologi Penelitian. Saba Jaya Publisher.
Yunus, M. (2017). Implementasi Nilai-Nilai Toleransi Beragama Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Pada SMP Negeri 1 Amparita Kec. Tellu Limpoekab. Sidrap). Al-Ishlah; Jurnal Pendidikan Islam, 15(2), 166–187.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Desita Erviani

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis tetap memegang hak cipta penuh atas karya ilmiahnya. Artikel dilisensikan menggunakan: Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Lisensi ini mengizinkan pihak lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan membuat karya turunan dengan syarat wajib mencantumkan nama penulis dan sumber publikasi awal.








