The 21st-Century Humanitarian Crisis in the Perspective of al-Ghazali and Abbasid History
(Krisis Kemanusiaan Abad ke-21 dalam Perspektif al-Ghazali dan Sejarah Abbasiyah)
DOI:
https://doi.org/10.37304/jied.v2i01.23812Kata Kunci:
Humanitarian Crisis, Abbasid Dynasty, Imam al-Ghazali.Abstrak
This study discusses the humanitarian crisis of the 21st century by reviewing the historical experiences of the Abbasid Dynasty and the thoughts of Imam al-Ghazali. Globalisation, which has brought advances in science and technology while also giving rise to humanitarian problems such as social inequality, moral decadence, and spiritual disorientation, shows a pattern similar to the decline of Islamic civilisation during the Abbasid period. This study uses a qualitative approach with a literature review method. Data was collected from classical and contemporary literature, then analysed through content analysis and a historical-comparative approach. The results of the study show that the decline of the Abbasids was not only caused by external attacks, but also by internal crises in the form of weak morality, corruption, and a loss of spiritual orientation. Imam al-Ghazali's thoughts, particularly in Ihya 'Ulum al-Din, emphasise the importance of purifying the heart, strengthening morality, and integrating knowledge with faith and ethics as fundamental solutions to the humanitarian crisis. Thus, the historical lessons from the Abbasids and al-Ghazali's thoughts provide important reflections for modern global society to not only focus on material progress but also to build moral and spiritual foundations for the creation of a just and sustainable civilisation.
Penelitian ini membahas krisis kemanusiaan abad ke-21 dengan meninjau kembali pengalaman sejarah Dinasti Abbasiyah serta pemikiran Imam al-Ghazali. Globalisasi yang menghadirkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus memunculkan problem kemanusiaan, seperti kesenjangan sosial, dekadensi moral, dan disorientasi spiritual, menunjukkan pola yang serupa dengan kemunduran peradaban Islam pada masa Abbasiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data dikumpulkan dari literatur klasik dan kontemporer, kemudian dianalisis melalui analisis data dan pendekatan historis-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunduran Abbasiyah tidak hanya disebabkan oleh serangan eksternal, melainkan juga oleh krisis internal berupa lemahnya moralitas, korupsi, dan hilangnya orientasi spiritual. Pemikiran Imam al-Ghazali, khususnya dalam Ihya’ ‘Ulum al-Din, menekankan pentingnya penyucian hati, penguatan moral, serta integrasi ilmu dengan iman dan etika sebagai solusi mendasar atas krisis kemanusiaan.Dengan demikian, pelajaran historis dari Abbasiyah dan pemikiran al-Ghazali memberikan refleksi penting bagi masyarakat global modern agar tidak hanya berfokus pada kemajuan material, tetapi juga membangun fondasi moral dan spiritual demi terciptanya peradaban yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Unduhan
Referensi
Affan, M. (2021). Globalisasi dan Masa Depan Studi Agama (Islam): Antara Tantangan dan Peluang. Sukma: Jurnal Pendidikan, 5(2), 151–180. https://doi.org/10.32533/05202.2021
Aizid, R. (2023). Selayang Pandang Dinasti Abbasiyah (Cetakan Pertama). Diva Press.
al-Ghazali, I. (2008). Mukhtashar Ihya’ Ulumuddin (I. Ba’adillah & H. Kurniawan, Ed.; A. Rosyad Shiddiq, Penerj.; Cetakan Ketiga). Akbar Media.
Alkhateeb, F. (2016). Sejarah Islam yang Hilang: Menelusuri Kembali Kejayaan Muslim pada Masa Lalu (Cetakan Pertama). Penerbit Bentang.
Asrori, A. (2018). Fungsi Akal dalam Tasawuf AL-GHAZALI (Cetakan Pertama). Al Qolam.
Farrell Ardiansyah, M., Ramadhan, F., Luthfi Robihun Naja, M., & Nur Maulana, A. (2025). The Legacy of Islamic Civilization During the Reign of Caliph Harun al-Rashid. ICONITIES: Proceedings of International Conference on Islamic Civilization and Humanities, 3, 1202–1216. https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/iconfahum/article/view/3279
Fathiha, N. (2021). PERADABAN ISLAM MASA DINASTI ABBASIYAH (PERIODE KEMUNDURAN). ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah, 17(1). https://doi.org/10.21831/istoria.v17i1.38076
Hamid al-Ghazali, A. (1988). Al-Munqidz min al-Dhalal. Dar al-Andalus.
Hastuti, S., Rahmatunnisa, H., Fitra Lubis, A., & Maftuh Sujana, A. (2025). Masa Keemasan pada Seni dan Arsitektur Masa Daulah Abbasiyah. Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat, 2(3), 132–145. https://doi.org/10.61132/akhlak.v2i3.903
K. Hitti, P. (2016). History of The Arabs (R. Cecep Lukman Hakim & D. Slamet Riyadi, Penerj.; Cetakan Pertama). PT. Serambi Ilmu Semesta: Anggota Ikapi.
Kusuma, A. H., & Rahmadani, L. (2023). Imam Al-Ghazali dan Pemikirannya. Jurnal Ekshis, 1(1), 23–31. https://doi.org/10.59548/je.v1i1.18
Muhammad, H. (2022). Perempuan, Islam, dan negara (Cetakan pertama). IRCiSod.
Nurhaidah, & Musa, M. I. (2015). DAMPAK PENGARUH GLOBALISASI BAGI KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA. 3(3), 1–14.
Nurtanti, A., & Wulandari, N. D. (2023). MASA THE GOLDEN AGE DAN KEMUNDURAN DINASTI ABBASIYAH. Jambura History and Culture Journal, 5(1), 70–81. https://doi.org/10.37905/jhcj.v5i2.20702
Sastra Ningsih, Y. (2025). KONDISI PERADABAN DALAM PERKEMBANGAN INTELEKTUAL PADA MASA DISINTEGRASI DINASTI ABBASIYAH (KEMUNDURAN DAN KEBANGKITAN: PERADABAN INTELEKTUAL DI ERA DISINTEGRASI ABBASIYAH). Inovasi Pendidikan Nusantara, 6(2), 338–347.
Sen, A. (1999). Development as Freedom. Alfred A. Knopf.
Syaidariyah Hasibuan, S. (2022). PERKEMBANGAN ISLAM ZAMAN KEEMASAN BANI ABBASIYAH (650 M – 1250 M). EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan, 5(4), 353–374. https://doi.org/10.47006/er.v5i4.12934
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Azrian Isyfaul Fuadi, Iman Hidayatullah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The author retains full copyright over his/her work. The article is licensed under: Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). This license permits others to copy, distribute, display, and create derivative works, provided they acknowledge the author(s) and the source of the original publication.


















