Resiliensi Nilai Solidaritas pada Tradisi Daus Gong dalam Festival Merangkat di Desa Bon Jeruk Sebagai Media Pendidikan Sosial dan Pelestarian Budaya Lokal

Penulis

  • Devi Yuliana Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Mataram, Indonesia
  • Desi Altia Dinarti Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Mataram, Indonesia
  • Desi Intan Safitri Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Mataram, Indonesia
  • Jepri Utomo Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Mataram, Indonesia
  • Mila Noviana Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Mataram, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37304/paris.v7i1.25992

Kata Kunci:

Daus Gong, Festival Merangkat, Konservasi Budaya, Nilai Sosial

Abstrak

Kajian ini menginvestigasi esensi nilai solidaritas dalam praktik Daus Gong pada momentum Festival Merangkat, ditinjau melalui lensa pendidikan sosial serta strategi konservasi kearifan lokal. Fenomena ini dilatarbelakangi oleh urgensi mempertahankan identitas kultural di tengah gempuran globalisasi yang berpotensi memicu keretakan struktur sosial tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, di mana informasi primer digali melalui keterlibatan langsung dalam observasi, dialog mendalam dengan para pemangku adat, serta studi literatur terkait. Fokus utama penelitian terletak pada pemaknaan kembali simbol-simbol Daus Gong sebagai sarana penanaman etika, solidaritas, dan tanggung jawab sosial bagi komunitas. Hasil studi mengungkapkan bahwa tradisi ini berfungsi sebagai ruang kelas sosial yang mendistribusikan nilai-nilai moral secara organik kepada lintas generasi. Kesimpulannya, revitalisasi tradisi melalui jalur formal maupun informal menjadi kunci dalam menjaga resiliensi budaya. Penelitian ini menawarkan perspektif baru bagi studi sosiologi pendidikan mengenai peran penting ritual lokal dalam memperkokoh integrasi sosial masyarakat kontemporer

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
##doi.editor.displayName##: 10.37304/paris.v7i1.25992 DOI URL: https://doi.org/10.37304/paris.v7i1.25992
Lihat: 25 | ##article.downloads##: 8

Referensi

Almuarif, A., Hanani, S., & Devi, I. (2024). Solidaritas dan integrasi sosial dalam konteks manajemen pendidikan: Analisis berdasarkan teori Émile Durkheim. Habitus:

Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi, 8(1). Doi.10.55606/concept.v2i4.794

Ardianto, R. (2023). Strategi adaptasi budaya lokal di tengah arus globalisasi pada masyarakat adat Bayan. Jurnal Kebudayaan dan Antropologi, 8(1), 45–60.

doi: 10.33503/maharsi.v7i2.1628

Banks, J. A. (2021). Civic education and global citizenship. Routledge. doi: 10.9734/ajess/2023/v45i2980

Bourdieu, P. (2020). The forms of capital. In Social theory re-wired (Rev. ed.). Routledge. https://dx.doi.org/10.4324/9780429494338

Fathoni, T. (2024). Peran teori sosial Émile Durkheim dalam pengembangan pendidikan agama Islam (Perspektif solidaritas sosial dan integrasi masyarakat). Al-Mikraj:

Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 5(1), 1654–1668.

https://dx.doi.org/10.37680/almikraj.v5i01.6403

Fauzi, M. (2021). Etnopedagogi dalam praktik budaya lokal: Tradisi sebagai ruang pembelajaran nilai moral dan sosial secara informal. Jurnal Pendidikan dan

Kebudayaan, 12(2), 78–95.

https://dx.doi.org/10.54543/syntaximperatif.v6i4.771

Fauzi, M. (2022). Etnopedagogi: Nilai-nilai karakter dalam kearifan lokal Sasak sebagai sumber belajar IPS. Jurnal Pendidikan Sosial, 11(2), 112–125. https://dx.doi.org/10.20961/shes.v7i3.92111 Field, J. (2021). Social capital (3rd ed.). Routledge.

Giddens, A. (2020). Modernity and self-identity: Self and society in the late modern age. Polity Press. https://dx.doi.org/10.1111/1467-9566.ep11343722

Hadirman, H., & Mustafa, M. (2021). Tradisi Kabhanti sebagai reproduksi identitas dan solidaritas sosial etnik Muna. Jurnal Jinnsa (Jurnal Interdisipliner Sosiologi Agama), 1(2), 104–116. https://dx.doi.org/10.30984/jinnsa.v1i2.128

Hapsari, N., & Nugroho, R. (2022). Peran generasi muda dalam pelestarian budaya lokal.

Jurnal Pendidikan Sosial, 10(2), 115–123.

https://dx.doi.org/10.33627/es.v7i1.2042

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Lestari, D., & Pratama, S. (2025). Negosiasi identitas: Bagaimana generasi Z mempertahankan tradisi lisan di era digital. Media dan Komunikasi Masyarakat, 4(1), 15–30. https://dx.doi.org/10.47134/diksima.v1i4.110

Lubis, A. F. (2025). Peran kearifan lokal dalam memperkuat kohesi sosial di komunitas pedesaan di Indonesia. Sanskara Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(01), 1–9. https://doi.org/10.58812/sish.v3i01.722

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.

Nasution, R., & Sari, M. (2023). Globalisasi Dan Perubahan Sosial Dalam Masyarakat

Modern. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 8(2), 90–102.

https://dx.doi.org/10.62238/jupsi.v2i3.130

Picard, M. (2020). Cultural tourism and identity in Southeast Asia. Routledge.

Putnam, R. D. (2020). The upswing: How America came together a century ago and how we can do it again. Simon & Schuster.

https://dx.doi.org/10.1080/14782804.2021.1969501

Rahman, A. (2021). Transformasi nilai sosial dalam masyarakat modern. Jurnal Sosiologi

Reflektif, 9(1), 55–70. https://dx.doi.org/10.69812/jpn.v2i1.93

Saputra, H. (2024). Peran komunitas adat sebagai media pembelajaran sosial informal bagi remaja di pedesaan. Jurnal Etnopedagogi Indonesia, 6(2), 88–104.

Sari, K. (2024). Dinamika keterlibatan pemuda dalam praktik budaya lokal. Universitas Indonesia Press.

Sugara, U., & Sugito. (2022). Etnopedagogi: Gagasan dan peluang penerapannya di

Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(2), 93–104.

https://dx.doi.org/10.24832/jpnk.v7i2.2888

Suhartini, S., & Rahmawati, F. (2022). Peran tradisi lokal dalam pembentukan nilai sosial masyarakat. Jurnal Sosial Budaya, 14(1), 45–56.

https://dx.doi.org/10.21067/jppi.v19i2.13138

Sumbodo, T., Wahyuni, S., & Rahma, R. A. (2024). Metode penelitian kualitatif dalam kajian sosial. Jurnal Metodologi Penelitian, 6(1), 1–10.

https://dx.doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1263

Suwandari, K., Wahyuni, S., Rahma, R. A., & Ahmad. (2022). Transformasi nilai-nilai tradisi Sayan sebagai upaya mempertahankan solidaritas masyarakat. Diklus:

Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 6(2), 162–173.

https://dx.doi.org/10.21831/diklus.v6i2.53233

Triwikrama. (2025). Aktualisasi nilai-nilai gotong royong dalam membangun solidaritas masyarakat di Nagari Pilubang Kabupaten Lima Puluh Kota. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial. https://dx.doi.org/10.32884/ideas.v7i3.421

Wijaya, B. (2021). Dampak modernisasi terhadap nilai gotong royong di pedesaan. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 15(2), 77–92. https://dx.doi.org/10.32315/jlbi.v13i3.381

Woolcock, M. (2021). The rise and routinization of social capital. Annual Review of

Political Science, 24, 103–120.

https://dx.doi.org/10.1146/annurev.polisci.031108.094151

Yusriman, Wahyuni, S., & Rahma, R. A. (2025). Transformasi nilai sosial dalam masyarakat kontemporer. Jurnal Sosiologi Reflektif, 9(2), 120–135. https://dx.doi.org/10.55681/seikat.v3i6.1627

Diterbitkan

28-06-2026

Cara Mengutip

Yuliana, D., Altia Dinarti, D., Intan Safitri , D., Utomo, J., & Noviana, M. (2026). Resiliensi Nilai Solidaritas pada Tradisi Daus Gong dalam Festival Merangkat di Desa Bon Jeruk Sebagai Media Pendidikan Sosial dan Pelestarian Budaya Lokal. Jurnal Paris Langkis, 7(1), 121–133. https://doi.org/10.37304/paris.v7i1.25992

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.