Implementasi Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Penguatan Karakter Religius dan Toleransi pada Sekolah Multireligius: Studi Kasus di SMPN 4 Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan
DOI:
https://doi.org/10.37304/parislangkis.v7i2.26758Kata Kunci:
Ketuhanan Yang Maha Esa, karakter religius, toleransi beragama, ritual keagamaan, sekolah multireligiusAbstrak
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam memperkuat karakter religius dan toleransi peserta didik di sekolah multireligius, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mengkaji upaya sekolah dalam mengatasinya. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMPN 4 Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan. Informan dipilih secara purposive, meliputi kepala sekolah, guru agama Islam, guru agama Kristen, serta peserta didik beragama Islam, Kristen, dan Hindu Kaharingan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil: Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa diimplementasikan melalui pembiasaan kegiatan keagamaan sesuai agama masing-masing peserta didik serta penguatan sikap saling menghormati dalam kehidupan sekolah. Kendala yang dihadapi meliputi rendahnya konsistensi kedisiplinan sebagian peserta didik, belum optimalnya dukungan keluarga, serta keterbatasan sarana pembinaan keagamaan. Sekolah mengatasinya melalui pembiasaan berkelanjutan, keteladanan guru, penguatan budaya toleransi, dan kerja sama dengan keluarga serta tokoh agama. Implikasi: Penguatan karakter religius di sekolah multireligius perlu diintegrasikan dengan pembentukan toleransi melalui pengalaman keagamaan dan interaksi sosial. Kebaruan: Penelitian ini menawarkan pola implementasi yang mengintegrasikan pembiasaan keagamaan, keteladanan guru, religiusitas, budaya toleransi, dan dukungan keluarga pada peserta didik Islam, Kristen, dan Hindu Kaharingan. Penelitian Selanjutnya: Penelitian mendatang disarankan membandingkan pola tersebut pada sekolah multireligius dengan karakter sosial, budaya, dan keagamaan yang berbeda.
Unduhan
Referensi
Ahmed, S. K. (2024). The pillars of trustworthiness in qualitative research. Journal of Medicine, Surgery, and Public Health, 2, 100051. https://dx.doi.org/10.1016/j.glmedi.2024.100051
Arifin, M., Rahman, A., & Putra, D. (2023). Budaya religius sekolah dan pembentukan akhlak peserta didik. Jurnal Pendidikan , 13(2), 155–168. https://dx.doi.org/10.51494/jpdf.v5i4.1511
Bandura, A. (2001). Social cognitive theory: An agentic perspective. Annual Review of Psychology, 52, 1–26. https://dx.doi.org/10.1146/annurev.psych.52.1.1
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Durkheim, E. (2001). The elementary forms of religious life. Oxford University Press. (Original work published 1912). https://dx.doi.org/10.4324/9781315775357
Ediyanto, E., Zulkipli, Z., Sunandar, A., & Yunus, M. M. (2025). Triangulation in educational research: A literature review. Proceedings of ICEMT 2024, 163–171. https://dx.doi.org/10.2991/978-2-38476-370-2_17
Fauziah, N., Hidayat, T., & Mulyono, S. (2021). Implementasi pendidikan religius melalui budaya sekolah. Jurnal Pendidikan Indonesia, 10(3), 201–214.
Fauzieyah, N., & Suyatno. (2024). Implementasi pendidikan religius di sekolah. Jurnal Basicedu, 8(2), 1234–1245. https://dx.doi.org/10.33367/jiee.v4i1.1966
Fitriani, R., & Hasanah, U. (2021). Observasi perilaku peserta didik dalam lingkungan sekolah. Jurnal Obsesi, 5(3), 2145–2156. https://dx.doi.org/10.58812/jpws.v2i01.157
Fullan, M. (2020). Leading in a culture of change (2nd ed.). Jossey-Bass. https://dx.doi.org/10.1080/10686967.2005.11919252
Hafizah, N., & Zumrotun. (2024). Budaya sekolah dalam penguatan religius. Jurnal Gentala Pendidikan, 9(1), 45–56. https://dx.doi.org/10.23887/ivcej.v2i1.17941
Handoko, A., & Nuraini, S. (2022). Pemanfaatan dokumentasi dalam penelitian manajemen sekolah. Jurnal Administrasi Pendidikan, 29(2), 88–97. https://dx.doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.1764
Hasanah, U. (2021). Nilai sila pertama Pancasila dalam pendidikan murid. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 6(1), 44–56. https://dx.doi.org/10.59996/aksioreligia.v2i1.358
Hidayani, R. (2021). Pemanfaatan data primer dan sekunder dalam penelitian pendidikan. Jurnal Metodologi Pendidikan, 6(1), 22–31. https://dx.doi.org/10.61104/jq.v3i2.1025
Hidayat, A. (2018). Pendidikan melalui kegiatan keagamaan. Jurnal Pendidikan , 8(1), 12–20. https://dx.doi.org/10.54371/jiip.v6i9.2782
Hidayatullah, R. (2021). Pembiasaan doa bersama dalam menanamkan nilai religius murid SMP. Jurnal Pendidikan Nusantara, 5(1), 44–56. https://dx.doi.org/10.64683/cendekia.v2i1.14
Istiani, N. (2023). Religiusitas holistik dalam kebijakan Kementerian Agama terhadap orientasi majelis taklim di Indonesia. POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan, 4(2), 101–118. https://dx.doi.org/10.53491/porosonim.v4i1.646
Junaidi, J., & Assya’bani, R. (2022). Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam penguatan pendidikan peserta didik. Jurnal Citizenship Virtues, 2(1), 55–67. https://dx.doi.org/10.24176/re.v8i2.2358
Khomairoh, S., Barizi, A., & Mansuri, H. (2024). Peran dzikir Thariqoh Qadiriyah wa Naqsabandiyah dalam meningkatkan religius santri perspektif teori religiusitas Glock dan Stark. Ulumuna: Jurnal Studi Keislaman, 10(1), 88–103. https://dx.doi.org/10.15548/alqalb.v13i2.4274
Lancang, S. I. (2025). Application of behaviorism theory in improving students’ religious behavior in Islamic education learning at a health vocational school. Pedagogical Research Journal, 3(2), 61–72. https://dx.doi.org/10.22373/jid.v25i1.24233
Lickona, T. (2012). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage Publications.
Marlina, E., Purwaningsih, M., & Siagian, A. H. A. M. (2024). Ensuring trustworthiness in qualitative research: The role of triangulation techniques. In Qualitative Research Methods for Dissertation Research (pp. 347–376). https://dx.doi.org/10.4018/979-8-3693-3069-2.ch012
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Morgan, H. (2024). Using triangulation and crystallization to make qualitative studies trustworthy and rigorous. The Qualitative Report, 29(7), 1844–1856. https://dx.doi.org/10.46743/2160-3715/2024.6071
Muhaimin. (2012). Paradigma pendidikan Islam. Remaja Rosdakarya.
Mulyadi, A. (2020). Purposive sampling dalam penelitian kualitatif pendidikan. Jurnal Penelitian Sosial, 5(2), 55–66. https://dx.doi.org/10.32550/teknodik.v0i0.543
Mulyani, R., Suryadi, A., & Latifah, N. (2022). Kegiatan keagamaan sekolah dalam membentuk disiplin murid. Jurnal Pendidikan Sosial, 18(2), 90–103. https://dx.doi.org/10.54371/jiip.v8i9.9194
Muthohar, M. (2017). Menakar religiusitas seorang muslim menurut persepsi Ibnu Hajar Al-Asqalani. Jurnal Ilmiah Pesantren, 3(1), 44–58.
Nurfadillah, N., Hasan, M., & Ilham, R. (2024). Behavioristic learning theory and classroom application. Proceeding of International Conference on Education, Society and Humanity, 2(1), 115–123. https://dx.doi.org/10.1080/02619760903499646
Nurgiansah, T. H. (2022). Pendidikan Pancasila sebagai upaya membentuk religius generasi muda. Jurnal Basicedu, 6(4), 7321–7330. https://dx.doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3481
Nurhayati, S., et al. (2023). Tantangan sekolah daerah dalam implementasi pendidikan . Jurnal Pendidikan Nusantara, 9(1), 14–27. https://dx.doi.org/10.30872/jimpian.v3ise.2965
Nuryanti, E., et al. (2024). Internalisasi nilai religius berbasis kesadaran spi. Jurnal Education Research, 5(1), 67–78. https://dx.doi.org/10.33507/pai.v1i1.308
Prasetyo, A., Nugraha, B., & Wulandari, S. (2022). Pendidikan Pancasila dan pembentukan murid di era Merdeka Belajar. Jurnal Basicedu, 6(5), 8102–8110. https://dx.doi.org/10.51454/jet.v2i1.63
Pratama, R., & Lestari, D. (2020). Wawancara semi terstruktur dalam penelitian pendidikan . Jurnal Basicedu, 4(3), 611–620. https://dx.doi.org/10.32550/teknodik.v0i0.554
Putri, E., Rahmawati, D., & Yusuf, M. (2023). Family support in character education among adolescents. Jurnal Pendidikan Dasar, 14(1), 71–84. https://dx.doi.org/10.47116/apjcri.2021.07.15
Rahardjo, M. (2021). Triangulasi data dalam penelitian kualitatif. Jurnal Metode Ilmiah, 7(1), 10–18.
Rahman, F., Hidayat, T., & Nuraini, S. (2023). Holistic implementation of character education in schools. Jurnal Pendidikan Indonesia, 12(1), 45–58. https://dx.doi.org/10.55324/enrichment.v2i9.234
Rahman, M., Abdullah, N., & Karim, S. (2025). Triangulasi dan analisis domain dalam meningkatkan kredibilitas penelitian pendidikan. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora, 6(1), 33–41. https://dx.doi.org/10.51135/kambotivol6issue1page33-41
Ramadhani, F., & Kurniawan, H. (2023). Implementation of first principle of Pancasila in school environment. Jurnal PPKn Indonesia, 8(2), 115–127. https://dx.doi.org/10.31849/lectura.v15i1.18570
Rizqiyah, M. (2024). Religious character development through habituation programs in junior high schools. Jurnal Pendidikan , 14(1), 66–79. https://dx.doi.org/10.47191/ijsshr/v8-i8-79
Sari, M., & Nugroho, A. (2022). Peran guru dalam implementasi pendidikan di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Guru, 7(3), 211–220. https://dx.doi.org/10.35931/am.v7i1.1714
Sari, N., Wijaya, T., & Mulyani, R. (2023). Teknik wawancara dalam studi implementasi pendidikan di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Sosial, 11(1), 45–57. https://dx.doi.org/10.31949/educatio.v9i1.4592
Setiawan, D. (2022). Observasi partisipatif dan nonpartisipatif dalam riset pendidikan. Jurnal Riset Pendidikan, 8(2), 90–101.
Sofannah, S., et al. (2023). Budaya sekolah dan religius murid. Jurnal Pendidikan , 13(2), 210–220. https://dx.doi.org/10.23887/ivcej.v2i1.17941
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Suryaman, M., Supriyadi, A., & Hartono, Y. (2023). Implementation of Merdeka Curriculum in Indonesian schools. Jurnal Basicedu, 7(4), 3321–3334.
Suyitno, A., & Mulyadi, H. (2022). Teacher readiness in educational policy implementation. Jurnal Manajemen Pendidikan, 10(2), 88–101.
Wibowo, R., & Sutrisno, B. (2021). Communication effectiveness in school program implementation. Jurnal Administrasi Pendidikan, 8(1), 23–35.
Wulandari, S., Pratama, F., & Nugraha, B. (2024). Religious participation and student honesty behavior in secondary schools. Jurnal Pendidikan Moral, 9(2), 118–132. https://dx.doi.org/10.35445/alishlah.v14i4.2509
Yudi Latif. (2020). Negara paripurna: Historisitas, rasionalitas, dan aktualitas Pancasila (edisi revisi). Gramedia Pustaka Utama.
Yusuf, Z., Khozin, & Zulian, P. B. (2024). The effective strategies for developing religious character based on school culture: The perspectives of Thomas Lickona and Glock & Stark. Progresiva: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 13(1), 15–29. https://dx.doi.org/10.22219/progresiva.v13i03.36719
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Yessi Kristiana, Ujen Zenal Mikdar, Rinto Alexandro

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis tetap memegang hak cipta penuh atas karya ilmiahnya. Artikel dilisensikan menggunakan: Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Lisensi ini mengizinkan pihak lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan membuat karya turunan dengan syarat wajib mencantumkan nama penulis dan sumber publikasi awal.






