Peran Komunikasi dalam Penguatan Fungsi Sosial dan Pendidikan di Pesantren (Studi deskriptif kualitatif pada dinamika komunikasi internal dan eksternal pesantren)
DOI:
https://doi.org/10.37304/parislangkis.v6i1.24751Kata Kunci:
komunikasi, pesantren, fungsi sosial, pendidikan Islam, dakwahAbstrak
Kajian tentang pesantren umumnya menempatkan komunikasi sebagai aspek pendukung proses pendidikan, sementara perannya sebagai mekanisme kelembagaan belum banyak dikaji secara konseptual. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi dalam memperkuat fungsi sosial dan pendidikan pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan teknik analisis isi terhadap literatur relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi berfungsi sebagai mekanisme integratif yang menghubungkan transmisi nilai, pembentukan kohesi sosial, dan keberlanjutan fungsi pendidikan pesantren. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis konseptual yang menempatkan komunikasi sebagai instrumen kelembagaan pesantren, bukan sekadar alat pedagogis. Temuan ini memberikan implikasi teoretis bagi pengembangan studi komunikasi pendidikan Islam serta implikasi praktis bagi pengelolaan dan penguatan peran sosial pesantren.
Unduhan
Referensi
Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Asmuni, S. (2006). Fikih ekonomi Umar bin al-Khattab. Khalifah.
Berlo, D. K. (1960). The process of communication: An introduction to theory and practice. Holt, Rinehart and Winston.
Djazuli, & Janwari, Y. (2002). Lembaga-lembaga perekonomian umat. PT RajaGrafindo Persada.
Effendy, O. U. (n.d.). Ilmu komunikasi: Teori dan praktik (edisi relevan). Remaja Rosdakarya.
Fahrurrozi. (2016). Mutu pesantren: Ikhtiar menjawab tantangan global. Jurnal Intelegensia, 4(1).
Handoko, H. (2009). Manajemen. BPFE-Yogyakarta.
Herningrum, I., Alfian, M., & Putra, P. H. (2020). Peran pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam. Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 20(2), 1–11.
Madjid, N. (2010). Bilik-bilik pesantren. Dian Rakyat.
Mahmuddin. (2004). Manajemen dakwah Rasulullah. Restu Ilahi.
Munir, M., & Ilahi, W. (2006). Manajemen dakwah. Kencana.
Murdiyah. (2012). Kepemimpinan kyai dalam memelihara budaya organisasi. Aditya Publishing.
Rogers, E. M. (n.d.). Diffusion of innovations (edisi relevan). Free Press.
Schramm, W. (1954). The process and effects of mass communication. University of Illinois Press.
Shannon, C. E., & Weaver, W. (1949). The mathematical theory of communication. University of Illinois Press.
Suharto, B. (2011). Dari pesantren untuk umat: Reinventing eksistensi pesantren di era globalisasi. Imtiyaz.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ahmad Bukhori

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis tetap memegang hak cipta penuh atas karya ilmiahnya. Artikel dilisensikan menggunakan: Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Lisensi ini mengizinkan pihak lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan membuat karya turunan dengan syarat wajib mencantumkan nama penulis dan sumber publikasi awal.








