The Evolution Of Wadi’ah Contracts in Islamic Banking: Bridging Traditional Fiqh and Modern Product Along with Empirical Case Analysis
(Evolusi Akad Wadi’ah Dalam Perbankan Syariah: Jembatan Fikih Tradisional dan Produk Modern Beserta Analisis Kasus Empiris)
DOI:
https://doi.org/10.37304/jied.v2i3.24272Keywords:
Wadi’ah Aqad, Classical Muamalah Contract, Modern Sharia BankingAbstract
Wadi’ah is a classical instrument in Islamic jurisprudence (fiqh muamalah) originally intended as a safekeeping mechanism for property or assets without predetermined compensation. With the development of modern Islamic banking, this contract has undergone a significant transformation and has become the basis for savings and current-account products. Although previous studies have examined the jurisprudential, regulatory, and practical dimensions of wadi’ah, studies that simultaneously connect classical fiqh concepts with empirical banking practices and customer perceptions of voluntary bonuses remain limited. Purpose: This study aims to analyze the evolution of the wadi’ah contract from traditional fiqh concepts to its implementation in modern Islamic banking products, focusing on contractual transformation, voluntary bonuses, transparency, and customer protection. Method: This qualitative study employed a literature review and empirical analysis. Data were obtained from fiqh literature, scholarly publications, regulations, banking documents, and semi-structured interviews with practitioners and customers of Bank Syariah Indonesia and Bank Muamalat. Data were analyzed comparatively and through thematic coding to identify patterns of contractual transformation and perceptions of wadi’ah practices. Results: The findings indicate that wadi’ah has evolved from a trust-based safekeeping contract into a deposit-collection instrument with commercial characteristics through the application of wadi’ah yad dhamanah. Voluntary bonuses represent an adaptation of banking products but may be perceived as fixed returns when not accompanied by adequate transparency and customer education. This study integrates classical fiqh analysis with empirical findings on banking practices and customer perceptions, demonstrating that Sharia compliance depends not only on the formal contractual structure but also on its substance, implementation mechanisms, and the parties’ understanding. Contribution: The study enriches contemporary fiqh muamalah scholarship and provides practical implications for Islamic banks and regulators to strengthen contractual transparency, Islamic financial literacy, and customer protection. Further comparative studies across Islamic banks and quantitative research are needed to examine the relationships among contractual literacy, bonus perceptions, customer trust, and decisions to use wadi’ah-based products.
Akad wadi’ah merupakan salah satu instrumen klasik dalam fikih muamalah yang pada awalnya digunakan untuk menitipkan barang atau harta secara aman tanpa imbalan. Dalam perkembangan perbankan syariah modern, akad ini mengalami transformasi menjadi dasar bagi produk tabungan dan giro syariah. Meskipun penelitian terdahulu telah membahas aspek fikih, regulasi, dan implementasi wadi’ah, kajian yang secara simultan menghubungkan konsep fikih klasik dengan praktik empiris perbankan serta persepsi nasabah terhadap bonus sukarela masih terbatas. Tujuan: menganalisis evolusi akad wadi’ah dari konsep fikih tradisional menuju implementasi produk perbankan syariah modern, dengan fokus pada transformasi akad, pemberian bonus, transparansi, dan perlindungan nasabah. Metode: penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan analisis empiris. Data diperoleh dari literatur fikih, publikasi ilmiah, regulasi, dokumen perbankan, serta wawancara semi-terstruktur dengan praktisi dan nasabah Bank Syariah Indonesia dan Bank Muamalat. Data dianalisis secara komparatif dan melalui coding tematik untuk mengidentifikasi pola transformasi akad dan persepsi terhadap praktik wadi’ah. Hasil: menunjukkan bahwa wadi’ah mengalami transformasi dari akad amanah menjadi instrumen penghimpunan dana dengan karakter komersial melalui penerapan wadi’ah yad dhamanah. Bonus sukarela menjadi salah satu bentuk adaptasi produk, tetapi berpotensi dipersepsikan sebagai imbal hasil tetap apabila tidak disertai transparansi dan edukasi yang memadai. Kontribusi: Penelitian mengintegrasikan analisis fikih klasik dengan temuan empiris mengenai praktik dan persepsi nasabah, sehingga memperlihatkan bahwa kesesuaian syariah tidak hanya bergantung pada bentuk akad, tetapi juga pada substansi, mekanisme, dan pemahaman para pihak. Penelitian memperkaya kajian fikih muamalah kontemporer dan memberikan implikasi praktis bagi bank serta regulator untuk memperkuat transparansi, literasi akad, dan perlindungan nasabah.
Downloads
References
Al Hadi Abu Hazm. (2017). Fiqih Muamalah Kontemporer. PT Rajagrafindo Persada.
Amrul Muzan, Sindi Aprilia, Siti Rohimi, V. R. (2024). Konsep Dan Implementasi Wadi’ah Dalam Sistem Perbankan Syariah: Studi Kasus Pengalihan Dana Muhammadiyah Dari Bank Syari’ah Indonesia. Maqashid Jurnal Hukum Islam, 7(1). https://dx.doi.org/10.47077/ekosiana.v12i1.497
Ascarya. (2007). Akad dan Produk Bank Syariah. Rajawali Pers.
Astiraga, H. (2023). Tabungan Wadiah pada Bank Syariah Dihubungkan dengan Fatwa DSN No. 2/DSN-MUI/IV/2000. Tahkim: Jurnal Peradaban Dan Hukum Islam, 6(1). https://dx.doi.org/10.29313/tahkim.v6i1.11368
Aziz, J. A. (2022). Akad Muamalah Klasik (Cetakan pe). Kalimedia.
Desminar. (2019). Akad Wadiah Dalam Perspektif Fiqih Muamalah. XIII(3), 25–35.
Ghassani, R., Saleh, M., & Hasibuan, S. W. (2022). Implementasi Akad Wadiah Pada Produk Tabungan Faedah Pada PT. Bank Syariah Indonesia Kcp Binjai. AGHNIYA: Jurnal Ekonomi Islam, 4(1), 84–94. https://doi.org/10.30596/aghniya.v4i1.11143
Inayati, A. N., & Kamila, Z. (2024). Kajian Fiqih Muamalah Dalam Memahami Konsep Wadiah. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu, 8(12), 214–220. https://dx.doi.org/10.36769/ibest.v4i2.736
Johari, E., & Kurniawan, Y. S. (2023). Implementasi Akad Wadi ’ ah Pada Perbankan Syariah. 04(01).
Muhammad Syafi’i Antonio. (2001). Bank Syariah dari Teori ke Praktik. Gema Insani Press.
Mustika, M. (2022). Praktek Pemberian Bonus dalam Penghimpunan Dana Menggunakan Akad Wadiah pada Bank Syariah Mandiri. PILAR, 13(1), 108–120. https://doi.org/10.26618/2c2m8s90
Novianto, A. S. (2021). Pengaruh Pendatapan Dan Tingkat Bonus Terhadap Tabungan Wadiah Perbankan Syariah Di Indonesia. Journal Koperasi Dan Manajemen, 02(02), 53–60. https://dx.doi.org/10.32493/amq.v1i2.37276
Nurma Ayu, S., & Yuni Erlina, D. (2021). Akad Ijarah dan Akad Wadiah. Jurnal Keadaban, 3(2), 13–25.
Putra, D. P. (2019). Analisis Terhadap Penerapan Biaya Administrasi Bulanan dalam Produk Wadiah pada Bank Syariah. Az Zarqa’, 11(1), 67–93. https://dx.doi.org/10.57235/bima.v2i1.4948
Rodiyah, L., & Hadi, A. (2008). Implementasi Akad Wadiah Dalam Produk Tabungan Di Bank Syariah Mandiri Dan Tinjauannya Menurut Hukum Ekonomi Syariah. https://dx.doi.org/10.30651/justeko.v4i1.5224
Saepudin, S., Syaripudin, E. I., Nuraeni, N., & Januri, F. (2022). Akad Wadi’Ah Dalam Perspektif Ulama Madzhab. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (JHESY), 1(1), 60–69. https://doi.org/10.37968/jhesy.v1i1.139
Sari, R., Saleh, M., & Hasanah, N. (2023). Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kinerja Produk Tabungan Wadiah Terhadap Kepuasan Nasabah PT Bank SUMUT Syariah Cabang Stabat. JEKSya: Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Syariah, 02(01), 43–51. https://dx.doi.org/10.25299/jtb.2025.vol8(1).23567
Sitorus, E. A., Yanti, N. S., & Inayah, N. (2024). Determinants of Wadiah Bonus in Sharia Banks: Evidence from Indonesia. JIFA (Journal of Islamic Finance and Accounting), 6(2), 99–114. https://doi.org/10.22515/jifa.v6i2.9195
Wijaya, R. H. (2021). Tinjauan Fikih dan Praktik Akad Al-Wadiah Pada Perbankan Syariah di Indonesia. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi (JIMMBA), 3(2), 302–310. https://doi.org/10.32639/jimmba.v3i2.816
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Junaenti Aprilia, Jamal Abdul Aziz

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The author retains full copyright over his/her work. The article is licensed under: Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). This license permits others to copy, distribute, display, and create derivative works, provided they acknowledge the author(s) and the source of the original publication.


















