Transforming Buya Hamka’s Humanist Da'wah: Addressing Gen Z’s Moral Challenges in Social Media

(Transformasi Dakwah Humanis Buya Hamka Untuk Menjawab Tantangan Moral Generasi Z di Media Sosial)

Penulis

  • Dina Awaliyah Nurrohmah Department of Islamic Religious Education, Faculty Social Sciences and Law State University of Jakarta, Indonesia, Zip Code 13220
  • Qurrota A’yun Department of Islamic Religious Education, Faculty Social Sciences and Law State University of Jakarta, Indonesia, Zip Code 13220
  • Nifri Alifah Department of Islamic Religious Education, Faculty Social Sciences and Law State University of Jakarta, Indonesia, Zip Code 13220
  • Abdul Fadhil Department of Islamic Religious Education, Faculty Social Sciences and Law State University of Jakarta, Indonesia, Zip Code 13220

DOI:

https://doi.org/10.37304/jied.v2i02.23887

Kata Kunci:

Buya Hamka, Modern Sufism, Humanist Da'wah, Generation Z, Digital Ethics.

Abstrak

Puspose: This study examines how Buya Hamka's humanistic Islamic thought addresses the moral issues of Generation Z on social media by introducing a novel framework called "Digital Neo-Humanism”. By transforming classical Islamic ethics into a practical moral guide for modern digital practice, this research aims to combat phenomena such as digital arrogance, performative religiosity, and the rise of "show-off culture". Method: Using a descriptive-analytical design, this study draws on Hamka's primary works, specifically Tasawuf Modern, Pedoman Mubaligh, and Falsafah Hidup. This research is supported by sociological data on Generation Z's digital habits obtained from recent academic reports. Thematic coding was used to examine the data for ethical rules related to digital behavior. Findings: The study found that two key Sufi concepts emphasized by Hamka, muraqabah (mindfulness of God) and zuhud aktif (engaged detachment), offer a powerful ethical counterbalance to the culture of self-presentation and validation-seeking prevalent among Gen Z. Implication: These findings have significant implications for Islamic education, digital literacy programs, and contemporary da'wah approaches as they encourage a shift from performative piety to authentic digital ethics. Novelty: The study concludes that Hamka's modern Sufism offers a positive foundation for ethical digital behavior and encourages further empirical study of how his pedagogy can be applied within youth communities.

Tujuan: Studi ini mengkaji bagaimana pemikiran Islam humanis Buya Hamka menjawab isu-isu moral Generasi Z di media sosial dengan memperkenalkan kerangka kebaruan yang disebut "Neo-Humanisme Digital".  Dengan mentransformasikan etika Islam klasik menjadi pedoman moral yang praktis untuk praktik digital modern, penelitian ini bertujuan untuk memerangi fenomena seperti arogansi digital, religiositas performatif, dan maraknya "budaya pamer". Metode: Menggunakan desain deskriptif-analitis, studi ini mengacu pada karya-karya primer Hamka, khususnya Tasawuf Modern, Pedoman Mubaligh, dan Falsafah Hidup. Penelitian ini didukung oleh data sosiologis tentang kebiasaan digital Generasi Z yang diperoleh dari laporan akademis terkini. Pengkodean tematik digunakan untuk mengkaji data terkait aturan etika dalam perilaku digital. Temuan: Studi ini menemukan bahwa dua konsep utama Sufi yang ditekankan oleh Hamka, yaitu muraqabah (kesadaran akan pengawasan Tuhan) dan zuhud aktif (keterikatan duniawi yang terkendali), menawarkan penyeimbang etis yang kuat terhadap budaya presentasi diri dan pencarian validasi yang lazim di kalangan Gen Z. Implikasi: Temuan ini memiliki implikasi signifikan bagi pendidikan Islam, program literasi digital, dan pendekatan dakwah kontemporer karena mendorong pergeseran dari kesalehan performatif menuju etika digital yang autentik. Kebaruan: Studi ini menyimpulkan bahwa tasawuf modern Hamka menawarkan landasan positif bagi perilaku digital yang etis dan mendorong studi empiris lebih lanjut tentang bagaimana pedagoginya dapat diterapkan dalam komunitas pemuda.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
##doi.editor.displayName##: 10.37304/jied.v2i02.23887 DOI URL: https://doi.org/10.37304/jied.v2i02.23887
Lihat: 0 | ##article.downloads##: 0

Referensi

Afifah Nur Azizah, & Dzulkifli Hadi Imawan. (2025). Relevansi Pemikiran Buya Hamka terhadap Tantangan Pendidikan Islam. DIAJAR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(4), 695–703. https://doi.org/10.54259/diajar.v4i4.5437

Allefansyah Binta Pradikas, Revalyna Ayu Pradiva, Rahma Fauziyah Syifa’, Juwita Yayang Marga Cyntia, Satria Tegar Wijaya, & Astika Nurul Hidayah. (2024). Buya Hamka: Membangun Generasi Muhammadiyah dengan Ilmu Pengetahuan. Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(4), 226–235. https://doi.org/10.30640/dewantara.v3i4.3588

Ansari, I., & Alzamzami, M. (2022). Moderasi Agama Perspektif Buya Hamka Dalam Tafsir Al-Azhar Qs. AL-BAQARAH: 256 Buya Hamka’s Perspective Religious Moderation In Tafsir Al-Azhar QS. AL-BAQARAH: 256. In Journal of Religious Moderation (Vol. 1, Issue 2). https://www.nu.or.id/opini/apakah-

Fahru, F. F. (2020). Melacak Kedalaman Tasawuf Modern Hamka di Tengah Arus Modernitas. JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN, 16(2), 129–142. https://doi.org/10.20414/jpk.v16i2.2327

Fauziah, N., Bhayangkara, U., Raya, J., Perjuangan Raya, J., Bekasi, I., Mei, D. T., Mei, D. T., & Juni, D. T. (2023). Flexing Dalam Masyarakat Tontonan: Dari Tabu Menjadi Sebuah Strategi Flexing In A Spectacle Society: Form Taboo To A Strategy. Jurnal Komunikasi Dan Budaya, 04, 1. http://journal.unbara.ac.id/index.php/JKB

Firman Maulidna, Khairatul Ulfi, Annisa Mulia, Ahmad Zuhri Ramadhan, & Muhammad Saleh. (2025). Etika Dakwah di Media Digital : Tantangan dan Solusi. Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Agama Islam, 3(2), 315–336. https://doi.org/10.61132/jmpai.v3i2.1005

Hakim, L., Qurniawan, Z. E., Prayoga, S., Rizqi, M., Kunci, K., Culture, C., Al-Azhar, T., Hamka, B., & Maaf, N. (n.d.). Nilai Maaf Dalam Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka: Fenomena Cancel Culture Di Media Sosial.

Ihsan, N. H., & Alfiansyah, I. M. (2021). Konsep Kebahagiaan dalam buku Tasawuf Modern karya Hamka. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 21(2), 279–298. https://doi.org/10.24042/ajsk.v21i2.9636

Ilmu dan Teknik Dakwah, J., Sakdiah, H., Nurhidayati Rahmah, M., Adawiah, R., Aslamiah, R., & Islam Negeri Antasari Banjarmasin, U. (n.d.). Prophetic Communication in Digital Preaching: Building a Critical and Wise Society in Using Social Media Komunikasi Profetik dalam Dakwah Digital: Membangun Masyarakat yang Kritis dan Bijak dalam Bermedia Sosial. https://doi.org/10.18592/alhiwar.v13i1.16161

Lola Edria, A., Fitria Anwar, E., Okta, W., Deti, D., Sazali, H., & Andinata, M. (n.d.). Fenomena Cancel Culture Oleh Pengguna Twitter Dalam Unggahan Akun @Areajulid. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, Oktober, 2023(20), 11–20. https://doi.org/10.5281/zenodo.8396291

Lubis, R. M., & Sazali, H. (2023). This is an open accessed articel under the CC-BY-SA license at https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ Analysis of the Flexing Phenomenon on Social Media: Islamic Perspective. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 17(1), 2548–9496. https://doi.org/10.24090.komunika.v15i2.7888

Magister, ), Bencana, M., & Nasional, K. (2020). NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Degradasi Moral Sebagai Dampak Kejahatan Siber Pada Generasi Millenial Di Indonesia 1 Nurbaiti Ma’rufah 1) , Hayatul Khairul Rahmat 2) , I Dewa Ketut Kerta Widana. Tahun, 7(1), 191–201. https://doi.org/10.31604/jips.v7i1.2020.191-201

Marhumah, N., & Putra, D. P. (2024). Analisis Q.S An-Nahl Ayat 125 Sebagai Metode Dalam Konseling IslamI. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 6(2), 178–188. https://doi.org/10.32332/xhwgyn17

Nina Adlini, M., Hanifa Dinda, A., Yulinda, S., Chotimah, O., & Julia Merliyana, S. (2022). Metode Penelitian Kuaitatif Studi Pustaka (Vol. 6, Issue 1).

Nugroho, R. S. N., Dliya’Ulami, M., & Laksono, A. E. (2022). R Konsep Tabayyun Untuk Menyikapi Media Sosial Dalam Kajian Pendidikan Islam. Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 128-141.

Parhan, M., Jenuri, J., & Islamy, M. R. F. (2021). Media Sosial dan Fenomena Hoax: Tinjauan Islam dalam Etika Bekomunikas. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(1), 59–80. https://doi.org/10.15575/cjik.v5i1.12887

Rahmawati, E. M., Wahyuningsih, R., Pendidikan, K., Menurut, I., & Hamka, B. (2025). AL-AFKAR: Journal for Islamic Studies Konsep Pendidikan Islam Menurut Buya Hamka. 8(1). https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v8i1.1018

Ridwan, A., Sunan, U., & Djati Bandung, G. (n.d.). Dakwah Dan Digital Culture: Membangun Komunikasi Dakwah Di Era Digital.

Sari, M. (n.d.). Penelitian Kepustakaan (Library Research) dalam Penelitian Pendidikan IPA.

Silva, A. D., Muqit, Abd., & Hunaida, W. L. (2024). Pendidikan Islam Perspektif Buya Hamka di Era Digital. TSAQOFAH, 5(1), 202–213. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v5i1.4323

Tamam, A. B. (2021). Ujaran Kebencian Di Media Sosial Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif Di Indonesia. In Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam (Vol. 5). https://cs.ui.ac.id/2020/11/26/fasilkom-ui-mendeteksi-ujaran-kebencian-pada-media-sosial/,

Sulaiman, W. (2022). Konsep Moderasi Beragama dalam Pandangan Pendidikan Hamka. EDUKATIF : Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(2), 2704–2714. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i2.2593

Unduhan

Diterbitkan

20-06-2026

Cara Mengutip

Awaliyah Nurrohmah, D., A’yun, Q., Alifah, N., & Fadhil, A. (2026). Transforming Buya Hamka’s Humanist Da’wah: Addressing Gen Z’s Moral Challenges in Social Media: (Transformasi Dakwah Humanis Buya Hamka Untuk Menjawab Tantangan Moral Generasi Z di Media Sosial). Journal of Islamic Education and Intellectual Discourse (JIED), 2(02), 152–166. https://doi.org/10.37304/jied.v2i02.23887

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel Serupa

<< < 1 2 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.