From Policy to Institutional Transformation: Curriculum Integration and Governance Reform under Law No. 18 of 2019 in an Indonesian Islamic Boarding School

(Dari Kebijakan ke Transformasi Kelembagaan: Integrasi Kurikulum dan Reformasi Tata Kelola di bawah Undang-Undang No. 18 Tahun 2019 di Sebuah Pondok Pesantren di Indonesia)

Authors

  • Fadhil Ikhsan Nur Ramadhan State Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
  • Risky Fajriyatuz-zahro Hasyim Asy'ari University Tebuireng, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37304/jied.v2i3.27631

Keywords:

Islamic Education, implementation, development of islamic boarding school

Abstract

Purpose: This study addresses the implementation of Law No. 18 of 2019 on Islamic Boarding Schools (Pesantren) at Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro in Sleman, Yogyakarta, amidst government policy shifts aimed at strengthening pesantren in education, proselytization (dakwah), and community empowerment. It examines operational implementation and its impact on governance and educational activities. Method: Employing a qualitative case study design in Sleman, data were collected through direct observations and semi-structured interviews with a purposively selected sample of administrators and students, analyzed using thematic analysis. Findings: Findings reveal that the law significantly reshaped administrative governance, curriculum integration, and community service programs, successfully enhancing the pesantren’s institutional role despite operational adaptation and resource readiness challenges. Contribution: Beyond offering a context-specific case, this study contributes conceptually to Islamic educational governance by introducing the framework of hybrid governance transformation. It demonstrates how traditional faith-based institutions dynamically negotiate between state-mandated standardization and indigenous pedagogical autonomy, revealing that successful policy integration relies on adaptive co-governance rather than top-down compliance. Future research should explore long-term quantitative metrics of community impact across diverse pesantren typologies.

Tujuan: Studi ini membahas implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro di Sleman, Yogyakarta, di tengah pergeseran kebijakan pemerintah yang bertujuan memperkuat pesantren dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Studi ini meneliti implementasi operasional dan dampaknya terhadap tata kelola dan kegiatan pendidikan. Metodologi: Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif di Sleman, data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara semi-terstruktur dengan sampel administrator dan siswa yang dipilih secara purposif, dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil Penelitian: Temuan menunjukkan bahwa undang-undang tersebut secara signifikan membentuk kembali tata kelola administrasi, integrasi kurikulum, dan program pengabdian masyarakat, berhasil meningkatkan peran kelembagaan pesantren meskipun menghadapi tantangan adaptasi operasional dan kesiapan sumber daya. Kontribusi: Selain memberikan kontribusi berbasis konteks lokal, studi ini memberikan sumbangan konseptual terhadap tata kelola pendidikan Islam dengan memperkenalkan kerangka transformasi tata kelola hibrid. Studi ini mengungkapkan bagaimana lembaga tradisional berbasis keagamaan secara dinamis bernegosiasi antara standardisasi negara dan otonomi pedagogis lokal, yang menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi kebijakan bergantung pada tata kelola adaptif (co-governance) alih-alih kepatuhan top-down semata. Penelitian selanjutnya harus mengeksplorasi metrik kuantitatif jangka panjang tentang dampak komunitas di berbagai tipologi pesantren.

 

Downloads

Download data is not yet available.
DOI: 10.37304/jied.v2i3.27631 DOI URL: https://doi.org/10.37304/jied.v2i3.27631
Views: 87 | Downloads: 18

References

Arif, M., & Aziz, M. K. N. A. (2021). Eksistensi Pesantren Khalaf Di Era 4.0. Ta’allum: Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 205–240. https://doi.org/10.21274/taalum.2021.9.2.205-240

Ball, S. J. (2021). The education governance network: Analyzing the policy process. Journal of Education Policy, 36(4), 455–476. https://doi.org/10.1080/02680939.2020.1737946

Basri, B., Wahidah, W., & Mahyiddin, M. (2024). Inovasi Lembaga Pendidikan Islam Aceh Dalam Mempersiapkan Generasi Qur’Ani Di Era Digital. At-Ta’Dib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 16(1), 32–50. https://doi.org/10.47498/tadib.v16i1.3055

Berglund, J. (2020). European perspectives on Islamic education: State policies and institutional adaptations. British Journal of Religious Education, 42(3), 267–279. https://doi.org/10.1080/01416200.2020.1734084

Brooks, J. S., & Mutohar, A. (2021). Islamic school leadership: Institutional pressures, religious identity, and pedagogical reform. Educational Management Administration & Leadership, 49(5), 780–798. https://doi.org/10.1177/1741143220915926

Daun, H., & Arjmand, R. (2020). Governance and Modernization of Faith-Based Schools BT - Handbook of Islamic Education (pp. 115–135). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-319-64683-1

Diana Handayani. (2022). Pesantren, Dinamika, dan Tantangan Global: Analisis UU Pesantren No.18 Tahun 2019. EL-HIKMAH: Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Islam, 16(1), 31–48. https://doi.org/10.20414/elhikmah.v16i1.6193

Grace, G. (2021). Faith-based schooling in modern secular states: Governance, identity, and accommodation. International Studies in Catholic Education, 13(1), 18–32. https://doi.org/10.1080/19422539.2020.1858639

Hanschel, D., Aguilera Bravo, M. G., Dashpurev, B., & Idris, A. K. (2022). Environmental Rights Between Constitutional Law and Local Context: Reflections on a Moving Target. German Law Journal, 23(7), 1012–1028 . https://doi.org/DOI:%2010.1017/glj.2022.68

May, J. (2020). Making Sense of Environmental Human Rights and Global Environmental Constitutionalism. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.3661001

Mustarsyidah, Z. R. (2021). 46-Article Text-124-1-10-20210811. Edukasia Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 2(2), 167–180.

Oral, E. (2024). The environmental rule of law and the protection of human rights defenders: law, society, technology, and markets. International Environmental Agreements: Politics, Law and Economics, 24(2), 393–421. https://doi.org/10.1007/s10784-024-09645-x

Panut, P., Giyoto, G., & Rohmadi, Y. (2021). Implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren Terhadap Pengelolaan Pondok Pesantren. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 7(2), 816–828. https://doi.org/10.29040/jiei.v7i2.2671

Shah, S. (2022). Leadership, culture, and governance in Islamic educational institutions: A global perspective. Journal of Educational Administration and History, 54(2), 145–161. https://doi.org/10.1080/00220620.2021.1985472

Steiner-Khamsi, G. (2022). Policy borrowing and lending in education: Moving beyond global-local dichotomies. Comparative Education Review, 66(3), 411–432. https://doi.org/10.1086/720102

Tang, K., & Spijkers, O. (2022). The Human Right to a Clean, Healthy and Sustainable Environment. Chinese Journal of Environmental Law, 6(1). https://doi.org/10.1163/24686042-12340078

Yahya, S. (2023). Telaah Kebijakan Undang-Undang Pesantren Melalui Pendekatan Multidispliner. Jurnal on Education, 6(1), 8205–8212.

Downloads

Published

2026-09-28

How to Cite

Nur Ramadhan, F. I., & Fajriyatuz-zahro, R. (2026). From Policy to Institutional Transformation: Curriculum Integration and Governance Reform under Law No. 18 of 2019 in an Indonesian Islamic Boarding School: (Dari Kebijakan ke Transformasi Kelembagaan: Integrasi Kurikulum dan Reformasi Tata Kelola di bawah Undang-Undang No. 18 Tahun 2019 di Sebuah Pondok Pesantren di Indonesia). Journal of Islamic Education and Intellectual Discourse (JIED), 2(3), 287–294. https://doi.org/10.37304/jied.v2i3.27631

Issue

Section

Articles